snes_psxPernah liat yg konsol putih ? cuman diproduksi 200pcs.😀. Namanya Super Nintendo Entertaiment System (SNES) with disk, nama prototypenya Super Disc dan nama saat diperkenalkan Play Station (pake spasi)

Okeh, sejarahnya begini. 1998, Sony bukan lah pemain di dunia game, saat itu cuman ada 2 pemain, ada banyak sih tp yg laen anggep aja angin lalu. Nintendo dan Sega. Saat ini cd-drive baru pertama kali muncul dan Sony berpikir, ini adalah masa depan dunia hiburan. Membaca peluang itu, Sony mendekati Nintendo dengan mengajukan proposal sebuah perangkat hiburan yang bisa memutar musik, nonton film, main game, semua dalam satu mesin. Kenapa Nintendo ? kenapa enggak Sega ? saat ini Nintendo dengan SNES-nya merupakan pemimpin pasar, dengan game library yang sangat kaya, Sony melihat ini adalah calon pasar yang sangat bagus. Selain itu, setiap cartridge SNES juga menggunakan arsitektur chip buatan Sony, sehingga ke-dua perusahaan itu sudah merasa bekerjasama sejak lama. Kedua pihak setuju bekerja sama, Nintendo mendapatkan add-on cd drive untuk SNES sedangkan sony mengembangkan Super Disc yang bisa memainkan cartridge SNES dan juga CD-rom. Dimana Sony berperan dalam mengembangkan hardware dan memiliki lisensi penuh atas Super Disc tersebut.

SNES-CD_add-on

 

Gambar protopye SNES dengan add-on cd-drive buatan Sony.

Ditahun 1991, Philips mengeluarkan perangkan hiburan CD-i. Konsepnya sama seperti Super Disc, bisa maen game, denger musik, film dalam format CD. Pada Chicago Customer Electronic Show, semacem pameran teknologi gituh, Sony memperkenalkan Play Stasion, nama official untuk Super Disc, kepada public. Bahkan Sony mengumumkan sebuah divisi multimedia baru selain Sony Music dan Columbia Picture yang didedikasikan untuk mengembangkan software game SNES dalam format CD yang dapat dimainkan pada Play Station.

CD-i-910-Console-Set

Satu hari setelah pengumuman Play Station, Nintendo membuat konfrensi pers. Alih alih meng-iya-kan kerjasamanya dengan Sony, Nintendo malah mengumumkan akan mengembangkan SNES CD-ROM bersama Philips. Yang mana Philips merupakan musuh abadi Sony di dunia elektronik (tv, kulkas dsb). Tentu saya ini membuat Sony murka, tidak hanya kontrak 1998 yang dilanggar tapi juga budaya taktertulis jepang dimana perusahaan jepang tidak akan mengkhianati perusahaan jepang lainnya apalagi bepaling ke perusahaan asing. Nintendo menghadapi tuntutan hukum karena melanggar kontrak. Walau akhirnya bisa dihindarkan, karena Nintendo tetap mengunakan chip audio buatan Sony di cartridge, dan Sony tetap akan menggunakan port cartridge di Play Station.

Pertanyaan, mengapa Nintendo berpaling ke Philips ? tidak ada yang tahu, tetapi sepertinya Nintedo merasa terancam dengan klausul, Sony sebagai pemegang licenci tunggal Play Station yang tertuang di kontrak 1988.

Kerjasama dengan Philips, disebutkan Nintendo akan merilis softwarenya untuk CD-i, sedangkan Nintendo akan mendapatkan teknologi cd-rom unutk next konsol mereka. Beberapa game Nintendo yang dirilis untuk CD-i, Hotel Mario, Link: The Faces of Evil, Zelda: The Wand of Gamelon dan Zelda’s Adventure.

Tahunpun berganti, Nintendo merasa tidak cocok dengan cd-rom dan tetap menggunakan cartrige untuk next console mereka (N64). Sementara Sony, kembali ke meja gambar merancang ulang perangkat mereka, yang tadinya sebagai perangkat multimedia, menjadi perangkat game murni. Merasa tidak mampu mengejar ketertinggalan pengembangan hardware karena harus kembali ke meja gambar, bos Sony memutuskan menyerah di generasi ini dah akan bertarung untuk generasi selanjutnya. Port cartridge pada Play Station ditinggalkan dan hanya menggunakan cd-rom.

Playstation_logo_colour.svg

Steve Race, Sony Computer Entertainment Of America’s (SCEA) then CEO, stated, “Since the deal with Nintendo didn’t come to fruition we decided to put games on a back burner and wait for the next category. Generally, the gaming industry has a seven-year product life-cycle, so we bided our time until we could get in on the next cycle.”

Keputusan itu berbuah manis, pada 1993 Sony memperkenalkan PlayStation-X (tanpa spasi). Dengan waktu pengembangan yang mencukupi dan pemilihan teknologi yang tepat, seperti raw power yang melebihi kompetitornya saat itu, penggunaan media cd-rom, implementasi 3D graphic, penggunaan GPU sebagai backup CPU yg mana dapat menghasilkan efek kabut dan transparan. Saat itu, hanya PSX yang bisa menampilkan efek seperti ini. Tahun 1994 PSX dirilis dan hasilnya langsung mendominasi, terjual lebih dari 100jt unit lebih, sementara rivalnya Nintendo64 kurang dari 40jt, sedangkan terakhir Sega Saturn sekitar 10jt unit.